Sambut Gerhana, Warga Bonjing Gelar Gejog Lesung

Kontributor 31 Januari 2018 23:50:42 WIB

bejiharjo-karangmojo.desa.id – Warga Desa Bejiharjo memiliki adat tradisi dari para leluhur yang masih dijaga dan dilestarikan, seperti halnya gejog lesung dalam menyambut gerhana. Gejog lesung adalah seni yang dihasilkan dari pukulan alu (sebuah kayu panjang untuk menumbuk padi) dan lesung (kayu berongga yang berbentuk seperti perahu panjang sebagai tempat menumbuk padi) yang menimbulkan irama.

Gejog lesung merupakan kesenian tradisional sebagai wujud syukur atas melimpahnya hasil panen padi. Sebelum adanya alat penggiling padi modern seperti saat ini, lesung menjadi alat pemisah padi dan batangnya dan sampai saat ini masyarakat Desa Bejiharjo masih meggunakannya.

Secara tidak langsung gejog lesung tidak berkaitan dengan gerhana bulan, namun ada kepercayaan dikalangan masyarakat Jawa pada zaman dulu bahwa gerhana matahari dan bulan terjadi karena ada raksasa “Bathara Kala” yang hendak memakan matahari. Agar Bathara Kala ini tidak memakan atau memuntahkan kembali matahari tersebut, masyarakat memukuli semua benda, salah satunya adalah lesung yang dipercaya dapat mengusir raksasa saat terjadi gerhana bulan seperti malam ini.

Mengetahui akan adanya gerhana bulan pada Sabtu (31/01/2018) malam, warga Bonjing Gelaran 1 Desa Bejiharjo berkumpul di halaman rumah Rakem warga RT 08. Di sinilah acara gejog lesung digelar sebagai bentuk melestarikan budaya serta untuk mempererat kerukunan antar warga.

“Tradisi ini masih terus kami lestarikan supaya tidak tergerus zaman modernisasi,” ungkap Husin Pamungkas Dukuh Gelaran 1.

Haryanto, selaku sesepuh mengatakan bahwa masyarakat berkumpul untuk membunyikan kentongan maupun lesung sebagai pengusir buto atau raksasa yang akan memakan bulan.

Terdapat 4 sampai dengan 6 ibu-ibu yang saling bergantian memainkan alu dengan iringan lagu tembang jawa dan sholawatan. Terlihat ibu-ibu tersebut begitu gembira dengan raut wajah tersenyum sembari mengayunkan alu ke dalam lesung. Acara yang dimulai pukul 20.00 ini selesai hingga pukul 21.30 WIB.

Tradisi ini, harap Husin, bisa tetap dilaksanakan dan sekaligus menjadi daya tarik wisata, selain itu dengan berkumpulnya masyarakat juga menjadi sarana silaturahmi yang tentunya akan mempererat persaudaraan sesama warga.

Kontributor : Sugeng - Rismanto

Komentar atas Sambut Gerhana, Warga Bonjing Gelar Gejog Lesung

03 Februari 2018 06:24:53 WIB
Adat tradisi Gejog Lesung harus terus dilestarikan dan rutin diperagakan(dipentaskan)pada setiap momen2 tertentu contoh:rasulan,menyambut tamu2 desa,peresmian,dll seperti halnya reog dan jathilan agar adat tradisi tersebut dikenal generasi sekarang dan tidak hilang tergerus era globalisasi saat ini.

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Cek Permohonan E-KTP

Cek Status Permohonan KTP

Kabar Desa Bejiharjo

Lokasi BEJIHARJO

tampilkan dalam peta lebih besar